TIPS: Jadilah Jomblo yang Canggih

1413625425652

Saat kebanyakan orang bermalam mingguan dengan pacar, yang jomblo malah merana karena kesepian. Eits…, yakin kalau jomblo pasti kesepian? Bagaimana kalau kita lihat skenario lainnya yang juga umum terjadi? Saat kebanyakan orang bermalam mingguan dengan pacar, yang jomblo asyik nongkrong ceria dengan teman-teman, melakukan hobinya, atau sibuk berjejaring dan berorganisasi.

Yup! Sudah saatnya pandangan kuno bahwa hidup menjomblo identik dengan kemeranaan dan kesepian diganti dengan pandangan baru. Pandangan baru ini melihat jomblo sebagai orang yang mandiri dan bahagia tanpa bergantung kepada ada atau tidaknya pasangan. Tidak hanya lebih positif, pandangan ini juga lebih realistis. Coba lihat sekitar kita, pasti banyak contoh jomblo yang canggih: keren, pintar, sukses, dan bahagia.

Bagaimana caranya supaya kita termasuk golongan jomblo yang canggih ini? Coba tips berikut ini!

 

Happy Sendiri

Sendiri tidak selalu berarti sepi. Sendiri juga bisa happy. Sayangnya belum banyak yang menyadari itu. Yang membuat jomblo terlihat atau dianggap ngenes adalah karena kebanyakan orang menganggap bahwa kesendirian itu adalah hal yang menyedihkan, harus dihindari sebisa mungkin, dan kondisi yang patut dikasihani pada orang lain. Padahal, kebahagiaan tidak tergantung pada orang lain, tapi pada diri sendiri. Sebanyak apa pun teman kita dan seberapa keras pun usaha mereka untuk membuat kita senang tidak akan berpengaruh banyak kalau kita memang tidak bahagia dengan diri sendiri.

Kebahagiaan yang tergantung pada orang lain atau kondisi tertentu itu bukan kebahagiaan yang asli, tapi cuma kesenangan sesaat. Kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah saat kita bahagia dengan diri dan kondisi kita yang sekarang. Bagaimana cara mencapainya? Walaupun terdengar klise, memang tidak ada cara ampuh selain menerima kenyataan yang ada dengan lapang dada, fokus pada hal-hal positif yang ada di diri dan kehidupan kita, dan mensyukurinya. Lebih bagus lagi kalau kita mau memperbaiki kekurangan diri, asal tidak ngoyo.

Oh ya, sendiri juga berarti bebas, lho. Coba diingat-ingat, kapan terakhir kali kamu nonton di bioskop, main ke toko buku, atau nongkrong di café sendiri? Sesekali coba lakukan kegiatan favorit sendiri, dan temukan keasyikannya. Meski tidak ada teman buat ngobrol atau bercanda, kita jadi punya kebebasan menentukan apa yang mau dilakukan dan kapan melakukannya tanpa harus kompromi dengan orang lain. Asyik, kan?

 

Sibuk Sendiri

Sibuk dengan diri sendiri tidak selalu berarti egois. Maksudnya di sini adalah ketimbang memikirkan kapan kita bisa punya pacar dan iri pada teman-teman yang terlihat bahagia dengan pacar mereka, mendingan kita fokus pada passion, ambisi dan kualitas diri kita.

Kalau misalnya kamu punya passion menulis dan berambisi untuk jadi penulis sekeren Dee Lestari atau J.K. Rowling tapi tidak pede dan merasa tidak cukup disiplin untuk bisa menulis buku, then do something about it! Mulailah latih otot menulismu, minimal dengan membiasakan diri menulis diary setiap hari. Lalu tingkatkan lagi dengan membuat blog dengan konsep unik yang “kamu banget”. Lakukan setahap demi setahap sampai otot menulis kamu kekar dan pede kamu meningkat. Setelah itu tulislah buku masterpiece-mu!

Saat kita sibuk dan fokus dengan hal-hal yang membuat kita senang, puas, dan percaya diri, tidak ada lagi waktu untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan merana karena menjomblo.

 

Peduli pada Lingkungan Sekitar

Selain fokus pada diri sendiri, penting juga untuk peduli pada lingkungan sekitar. Kalau terlalu lama sibuk sendiri, bisa-bisa kita terjebak di dunia sendiri dan lupa kalau kita adalah bagian dari masyarakat. Dengan ikutan berkontribusi pada lingkungan sekitar, kita bisa menambah wawasan, keterampilan, kepercayaan diri dan teman-teman baru.

Pilih kontribusi sosial yang sesuai dengan passion dan ambisimu. Kalau kamu orangnya artistik, misalnya, cari klub atau komunitas seni yang kamu anggap keren dan bergabunglah dengan mereka. Kalau kamu punya kepedulian sosial yang tinggi dan selalu ingin membantu orang kesulitan, coba jadi sukarelawan di organisasi-organisasi sosial. Atau, kalau kamu ingin memperjuangkan hak remaja untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja, gabung saja dengan jejaring Unala Youth atau Youth Advisory Panel (YAP) UNFPA Indonesia. 😉

Inti dari menjadi jomblo yang canggih adalah menyayangi diri sendiri dan orang lain. Sederhana, kan?

Apakah kamu seorang jomblo yang canggih? Cari tahu lewat kuis ini!

 

Dian Agustino

By |February 14th, 2016|Edukasi|0 Comments

About the Author:

Communication and Youth Engagement Officer, Unala.

Leave A Comment