Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

2_WeCanPreventCancer_WCD2016_512x1024

Tidak bisa dibantah lagi, penyakit kanker memang menyeramkan. “Kanker adalah penyebab kematian terbesar di dunia, yang bertanggung jawab atas 8,2 juta kematian setiap tahunnya,” menurut situs worldcancerday.org. Meski begitu, dengan pengetahuan dan kesadaran kita bisa mencegah kanker, dimulai dari diri kita sendiri.

Nah, untuk memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari setiap tahunnya, ada baiknya kita memahami salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita perempuan di dunia, kanker serviks (mulut rahim). Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita kanker serviks di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Tapi jangan takut dulu. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa mencegahnya sejak dini.

Kanker serviks itu…

…terjadi ketika perkembangan sel-sel abnormal di serviks (bagian bawah rahim yang biasa disebut mulut atau leher rahim) tidak terkendalikan. Perempuan pada usia berapa pun berisiko menderita kanker serviks, terutama perempuan dewasa (usia di atas 25 tahun) yang sudah aktif secara seksual. Anak dan remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual, karena pernikahan dini misalnya, juga lebih rentan terhadap risiko kanker serviks. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, dari 78 penderita kanker serviks di tahun 2015, kebanyakan berusia 45-64 tahun.

Kanker serviks biasanya disebabkan oleh virus bernama Human Papillomavirus (HPV) yang bisa ditularkan lewat kontak seksual dengan orang yang membawa virus ini. Tapi, tidak semua virus HPV bisa menyebabkan kanker serviks. Dari lebih dari 100 jenis HPV, hanya 13 yang bisa menyebabkan kanker (data WHO).  Pada umumnya virus yang sangat banyak tersebar di dunia ini bisa menyebabkan benjolan atau kutil di alat kelamin. HPV yang menyebabkan kanker serviks dikenal dengan nama HPV 16 dan 18.

Gejalanya seperti ini…

  • Rasa nyeri di perut bagian bawah, punggung, atau bagian pelvis.
  • Cairan vagina yang tidak biasa, misalnya berair, berbau, atau berdarah.
  • Kesulitan buang air kecil dan buang air besar.
  • Pembengkakan di kaki.
  • Rasa sakit saat berhubungan seks.
  • Pendarahan yang di luar kondisi normal, misalnya setelah melakukan hubungan seks, atau saat tidak menstruasi.

Penting untuk diketahui bahwa di fase-fase awal, kanker serviks biasanya tidak menunjukkan gejala. Gejala-gejala di atas biasanya muncul ketika perubahan-perubahan sel abnormal sudah tumbuh menjadi kanker.

Kalaupun gejala-gejala ini muncul, belum tentu penyebabnya adalah kanker serviks. Makanya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kalau mengalami salah satu gejala di atas agar segera diketahui penyebabnya, sehingga proses penyembuhan lebih mudah.

Cegah Kanker Serviks dengan…

  • Menjalankan gaya hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, beraktivitas fisik yang cukup, dan tidak merokok.
  • Menghindari berhubungan seks di usia dini.
  • Selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi virus HPV (bisa dari umur 9-13 tahun).
  • Tes pap smear untuk perempuan yang sudah berusia 21 tahun ke atas atau sudah aktif secara seksual.
  • Tes HPV untuk perempuan berusia di atas 30 tahun setelah dites pap smear dan hasilnya di luar normal. Tes ini bisa mendeteksi kanker serviks sejak awal sehingga bisa mempermudah penyembuhan.

 

Dian Agustino

Foto: Dok. www.worldcancerday.org

By |February 4th, 2016|Edukasi|0 Comments

About the Author:

Communication and Youth Engagement Officer, Unala.

Leave A Comment