Edukasi , By

Relasimu Sehat?

Setiap hari kita dicekoki opini bahwa punya pacar itu lebih baik daripada single. Eits, tunggu dulu. Terlibat dalam relasi romantis tidak serta merta menjamin kebahagiaan mutlak, lho. Cuma dalam relasi yang sehat, kamu dan pacarmu bisa berkembang sebagai pribadi sekaligus pasangan yang lebih baik. Supaya tidak terjebak dalam relasi tidak sehat, kita harus tahu apa tanda-tanda relasi tidak sehat.

  1. Komunikasi tidak berjalan dengan baik

Yang terutama dalam komunikasi adalah kualitas. Kamu tidak hanya siap berbagi tetapi juga menyediakan diri untuk mendengarkan dia. Teriakan, ejekan, dan makian tidak semestinya ada sekalipun kalian sedang bertengkar. Kamu juga perlu menyepakati intensitas yang pas dalam berkomunikasi supaya tidak perlu terhubung tanpa jeda atau malah terlalu jarang memberi kabar.

 

  1. Cemburu yang berlebihan

Sesekali mencemburui pasangan tidak akan menjadi masalah selama kamu dan pacarmu mau berdialog setelah melewati fase tersebut.  Sikap cemburu tidak bisa dimaklumi jika lantas membuat ruang gerak pacarmu terbatas padahal dia berterus terang terkait relasinya dengan orang lain.

 

  1. Menjauhkan pasangan dari keluarga dan teman-teman

Ketika kamu memutuskan untuk berpacaran, sebenarnya kamu sedang mempertajam kemampuanmu mengelola berbagai relasi dalam waktu yang bersamaan. Porsi waktu bersama keluarga dan teman-teman otomatis berkurang akibat keputusan untuk berpacaran. Bagaimanapun,  relasi dengan keluarga dan teman-teman harus dijaga karena fungsi mereka sebagai support system tidak dapat tergantikan oleh relasi lainnya.

 

  1. Terus menerus menjatuhkan pasangan

Pacarmu barangkali memiliki pencapaian akademis lebih baik dari kamu atau pendapatan yang lebih besar darimu. Itu semua tidak dapat dijadikan pembenaran baginya untuk menjatuhkan dirimu. Alih-alih, dia seharusnya mendorongmu untuk menjadi lebih baik tanpa perlu menggunakan dirinya sebagai pembanding buatmu.

 

  1. Kekerasan dalam pacaran

Tidak ada satu pun alasan yang memberi izin buatmu atau pacarmu untuk melakukan kekerasan terhadap pasangan. Kekerasan dalam pacaran bisa dalam bentuk kekerasan fisik (memukul, menampar), kekerasan psikis (meneror, mengejek/mengolok-olok, mengancam, mengintimidasi) dan kekerasan seksual ( memaksa berhubungan suksual ).

 

Jadi, apakah relasimu sehat?

 

Sumber :
http://www.loveisrespect.org/is-this-abuse/
Sumber foto :
http://pinterest.com